Tongue Splitting, Trend Belah Lidah yang Berbahaya!

Setiap orang tentunya akan berusaha memperindah dan mempercantik penampilan guna meningkatkan rasa percaya diri. Berbagai upaya dilakukan agar penampilan tetap mengikuti perkembangan zaman, mulai dari jenis pakaian hingga memodifikasi bagian tubuh. Trend memodifikasi tubuh bagi sebagian orang adalah hal yang wajar, mengingat trend ini telah berkembang lama disejumlah negara. Salah satu modifikasi tubuh yang saat ini tengah populer adalah tongue splitting atau membelah lidah. Lidah akan dibelah dimulai dari ujung hingga bagian tengah lidah sehingga menghasilkan visual yang sedikit ekstrim. Lidah akan terlihat menyerupai lidah kadal dengan dua cabang pada bagian ujungnya, masing-masing cabang lidah dapat bergerak sesuai dengan keinginan. Meskipun terlihat keren, apakah trend membelah lidah ini aman bagi kesehatan rongga mulut, khususnya fungsi lidah?

Lidah merupakan salah satu indera pengecap yang terdiri dari puluhan otot dan saraf yang langsung terhubung ke otak. Lidah memiliki peran penting dalam membantu proses mengunyah, berbicara dan membantu membersihkan sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut. Namun seiring perkembangan zaman, lidah kini bukan hanya digunakan sebagai indera perasa saja, melainkan menjadi objek untuk modifikasi tubuh. Mulai dari mentato bagian lidah, memasang tindik hingga melakukan pembelahan pada ujung lidah. Modifikasi belah lidah ini biasa disebut dengan tongue splitting.

Tongue splitting atau biasa dikenal dengan belah lidah merupakan salah satu trend yang kini tengah digemari oleh para anak muda, baik perempuan maupun laki-laki. Tongue splitting biasanya dilakukan dengan tujuan estetika, mengikuti budaya yang berkembang dimasyarakat hingga simbolis tradisional. Namun seiring perkembangan zaman, tujuan utama dari tongue splitting kian berubah. Kebanyakan remaja melakukan belah lidah ini hanya untuk terlihat keren saja tanpa memikirkan risiko dibalik modifikasi tubuh satu ini. Proses pembelahan lidah ini termasuk ke dalam tindakan medis dan harus ditangani oleh dokter gigi atau dokter bedah plastik profesional.

Walaupun belah lidah termasuk ke dalam tindakan medis dan ditangani oleh tenaga ahli, namun tetap saja, para dokter sangat tidak menyarankan akan hal ini. Maka dari itu, karena banyak pertentangan terkait modifikasi tubuh ini, kebanyakan orang justru dengan sengaja membangun praktik ilegal untuk meraup keuntungan besar sekaligus meneruskan trend yang tengah terjadi. Alhasil, banyak risiko yang terjadi akibat melakukan tongue splitting secara ilegal, diantaranya:

  1. Perdarahan

Praktik tongue splitting paling banyak dilakukan di tempat yang tidak seharusnya. Banyak praktik-praktik ilegal yang dengan sengaja membuka jasa modifikasi tubuh ini hanya untuk meraih keuntungan besar. Praktik ilegal ini tidak ditangani oleh orang yang ahli dibidangnya dan belum bisa dipastikan apakah alat-alat yang digunakan telah melalui proses sterilisasi atau belum. Akibatnya, risiko perdarahan dan infeksi dapat terjadi. Perdarahan yang sukar untuk dihentikan dapat menyebabkan penderita mengalami banyak kehilangan darah, apalagi jika ternyata kamu mengidap suatu penyakit. Alhasil, perdarahan yang terus terjadi dapat memicu infeksi lanjutan hingga menyebar ke seluruh bagian rongga mulut.

  1. Rusaknya Sistem Saraf

Lidah terdiri dari sistem saraf yang berfungsi untuk membantumu mengenali berbagai rasa sekaligus membantu otot lidah dalam bergerak. Proses operasi pembelahan lidah sering kali berdampak pada kerusakan sistem saraf, alhasil kamu akan mengalami penurunan kemampuan mengecap sekaligus kesulitan dalam menggerakan lidah. Kemampuan pengecap yang buruk akan menyulitkanmu dalam membedakan rasa makanan, akibatnya kamu akan kehilangan napsu makan.

  1. Hilangnya Kemampuan Kontrol Gerakan Lidah

Risiko paling terberat dari tongue splitting ini adalah hilangnya kemampuan mengontrol gerakan lidah. Kondisi ini mungkin tidak semua mengalaminya, namun ada sebagian orang justru ada yang secara tiba-tiba mengalami kondisi ini setelah melakukan pembelahan lidah. Gerakan lidah tidak dapat dikontrol sehingga sering kali lidah bergesekan dengan gigi dan menyebabkan lidah mengalami luka. Belum lagi jika ternyata lidah tidak dapat digerakkan lagi, kamu akan kesulitan mengunyah dan berbicara.

Beberapa risiko di atas hanya sebagian besar dari risiko lainnya yang dapat terjadi, efek samping lanjutan pasca operasi pun jauh lebih kompleks. Maka dari itu, sebelum kamu mengalami beberapa risiko dari tongue splitting, ada baiknya kamu mengurungkan niat untuk melakukan modifikasi tubuh yang satu ini. Jika sudah terlanjur melakukan tongue splitting dan ingin memperbaiki kondisi lidah, kamu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi atau dokter bedah plastik yang menanganimu. Biasanya dokter akan melihat kondisi lidahmu, apakah lidahmu masih dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Jika fungsinya terganggu, biasanya dokter akan melakukan beberapa tindakan medis dan terapi agar fungsi lidah dapat meningkat meskipun tidak secara optimal.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *